Panduan Implementasi untuk Satuan Pendidikan
📌 Ringkasan Eksekutif
Dokumen yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (2024) ini disusun sebagai panduan praktis untuk menerapkan pendidikan perubahan iklim di sekolah/satuan pendidikan. Pendidikan Perubahan Iklim dijadikan salah satu dari tiga isu prioritas dalam kurikulum nasional untuk membangun karakter peserta didik yang tangguh, adaptif, dan berwawasan lingkungan.
💡 Struktur dan Poin Utama Isi Panduan
1. Bab 1: Krisis Iklim
- Latar Belakang & Realitas: Menjelaskan bahwa krisis iklim adalah kondisi drastis di mana perubahan iklim melampaui kapasitas manusia dan lingkungan untuk menanggulanginya. Indonesia berada di peringkat sepertiga teratas negara paling rentan krisis iklim karena kondisi geografis kepulauan dan ketergantungan masyarakat pada alam.
- Mekanisme & Penyebab: Membahas perbedaan cuaca dan iklim, proses alami pengaturan suhu bumi (efek rumah kaca, siklus air, dan ekosistem), serta dampak aktivitas manusia (pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pemanasan global).
2. Bab 2: Isu Prioritas: Pendidikan Perubahan Iklim
- Tujuan: Mengembangkan kesadartahuan serta meningkatkan kapasitas masyarakat/peserta didik untuk merespons isu krisis iklim secara relevan dan efektif.
- 4 Kompetensi Utama: Menguraikan pemetaan kompetensi pendidikan perubahan iklim yang disesuaikan dengan fase perkembangan peserta didik.
3. Bab 3: Budaya Tangguh Iklim di Satuan Pendidikan
- Ditujukan untuk kepala sekolah dan pimpinan lembaga pendidikan.
- Menjelaskan strategi integrasi prinsip ketangguhan iklim ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), kebijakan sekolah, serta budaya sehari-hari di lingkungan sekolah.
4. Bab 4: Implementasi dalam Pembelajaran
- Ditujukan utama bagi para guru/pendidik.
- Memberikan panduan penerapan pendidikan perubahan iklim melalui:
- Intrakurikuler: Integrasi materi iklim dalam mata pelajaran.
- Kokurikuler: Proyek/kegiatan kolaboratif.
- Ekstrakurikuler: Aktivitas dan aksi lingkungan di luar jam pelajaran.
- Asesmen: Cara mengukur ketercapaian hasil belajar dan aksi iklim peserta didik.
5. Bab 5: Peran Berbagai Pihak & Kemitraan
- Menjelaskan kolaborasi konsep Pentaheliks (pemerintah, akademisi, dunia usaha/swasta, LSM/masyarakat, dan media) untuk mendukung inisiatif aksi iklim di sekolah.
Kesimpulan: Panduan ini berfungsi sebagai pegangan komprehensif bagi sekolah dan pihak terkait untuk menanamkan pemahaman, kesadaran, dan tindakan nyata menghadapi perubahan iklim sejak dini melalui jalur pendidikan formal.
Jika anda adalah Guru IPS, referensi ini dapat dijadikan bahan sumber belajar terutama materi perubahan iklim di kelas 9 semester 1
