Kristadi, S.E: Panduan Fase D IPS SMP

Panduan Fase D IPS SMP

Kurikulum merupakan salah satu alat bantu utama untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Panduan mata pelajaran IPS merupakan acuan dalam pembelajaran intrakurikuler yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mempelajari dan mendiskusikan lebih dalam isi dari Capaian Pembelajaran IPS, untuk kemudian dapat merancang pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan dan berpusat pada murid dengan mengakomodasi pembelajaran yang memberi kesempatan kepada murid dalam mengemukakan gagasan, mampu memilih, menemukan hal yang diminati, mengembangkan kemampuan, dan mampu memecahkan masalah. Sebagaimana tertera dalam Standar Proses, pembelajaran adalah kegiatan belajar yang diselenggarakan dalam suasana belajar; interaktif; inspiratif; menyenangkan; menantang; memotivasi murid untuk berpartisipasi aktif; dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis murid.


Pengembangan CP IPS menggunakan Taksonomi SOLO (Structure of the Observed Learning Outcome) karena taksonomi tersebut dinilai relevan dengan karakteristik pengalaman belajar dalam pendekatan pembelajaran mendalam. Dalam konteks IPS, pengalaman belajar dimulai dari tahap memahami yang sesuai dengan tahapan unistruktural dan multistruktural pada Taksonomi SOLO, di mana murid  mengingat kembali pengetahuan dasar seperti konsep ruang, waktu, aktivitas ekonomi, dan interaksi sosial, serta mampu menyebutkan berbagai ide atau informasi yang berkaitan dengan materi IPS.

Pada Fase D, pembelajaran IPS dilakukan secara terpadu, sedangkan pada Fase E, pendekatan dapat bersifat disiplin ilmu tersendiri melalui mata pelajaran Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Sejarah dan Antropologi atau dapat dilaksanakan terpadu dengan menggunakan integrasi antardisiplin seperti pada Fase D.

Pada Fase E, penerapan pembelajaran mendalam memungkinkan eksplorasi isu sosial dari berbagai perspektif ilmu sosial guna menemukan solusi yang tepat. Kegiatan berbasis aksi sosial juga menjadi bagian dari pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.


Capaian Pembelajaran  Fase D

1. Pemahaman Konsep
Pada akhir Fase D, murid menjelaskan keberagaman kondisi geografis Indonesia,
konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber
daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana
alam; memprediksi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial,
budaya masyarakat serta merefleksikan pola adaptasi terhadap perubahan iklim dan
upaya mitigasi bencana untuk menunjang sustainable development goals (SDGs)
dalam konteks lokal, regional, dan global; mengidentifikasi upaya masyarakat dalam
memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, lembaga keuangan,
perdagangan internasional; menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju;
mengelaborasi proses interaksi sosial, lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan
sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi
bangsa dengan prinsip kebhinekaan; menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu
manusia, ruang, waktu, kronologi, perubahan; menganalisis keterhubungan antara masa
lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari sejarah lokal dan
toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal,
nasional dan global terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah
nusantara.
 
2. Keterampilan Proses
Pada akhir Fase D, murid menerapkan pemahaman konsep melalui pendekatan
keterampilan proses dengan cara mengamati fenomena dan peristiwa secara sistematis
dengan menggunakan pancaindra serta menemukan persamaan dan perbedaannya;
menanya dengan panduan pendidik, mengajukan pertanyaan untuk menggali dan
klarifikasi informasi, serta mencari tahu penyebab dan memprediksinya; mengumpulkan
informasi secara berkolaborasi, merencanakan dan melakukan penyelidikan,
mengumpulkan informasi dengan sumber primer, dan mendokumentasikannya;
berkolaborasi, mengolah informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa
gagasan tertentu; menguji dan menerapkan konsep melalui eksperimen, simulasi,
studi kasus, atau situasi nyata untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan;
mengevaluasi dan merefleksi serta melakukan perbaikan untuk menarik simpulan hasil
penyelidikan dengan tepat; mengomunikasikan dan menyajikan hasil penyelidikan
dengan menggunakan media informasi yang tepat; dan menyusun rencana tidak lanjut
dari hasil penyelidikan yang telah dihasilkan secara kolaboratif.

Materi IPS Kelas 7
Materi IPS Kelas 8
Materi IPS Kelas 9


No comments:

Featured Post

Tutorial ANBK Assesmen Nasional

UNBK dihapus, sebagai penggantinya adalah AKM (Assesmen Kompetansi Minimum) atau AN (Assesmen Nasional) . UNBK berisi mata pelajaran UN, sed...

Popular Posts