Kristadi, S.E

Tuesday, August 18, 2026

Desil DTSEN PIP

Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), desil adalah sistem pemeringkatan yang membagi tingkat kesejahteraan seluruh keluarga di Indonesia menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen populasi. Urutan dimulai dari Desil 1 (10% kelompok terbawah/paling miskin) hingga Desil 10 (10% kelompok teratas/paling sejahtera).


Rincian Tingkatan Desil 1 sampai 10

  • Desil 1: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan 10% terendah atau dikategorikan sebagai miskin ekstrem.
  • Desil 2: Kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori miskin.
  • Desil 3: Kelompok masyarakat yang berada di ambang batas atau hampir miskin.
  • Desil 4: Kelompok masyarakat yang masuk kategori rentan miskin.
  • Desil 5: Kelompok masyarakat dengan kondisi pas-pasan atau dalam masa transisi menuju kelas menengah.
  • Desil 6: Kelompok masyarakat lapisan menengah bawah.
  • Desil 7: Kelompok masyarakat lapisan menengah hingga menengah atas.
  • Desil 8: Kelompok masyarakat yang tergolong relatif sejahtera.
  • Desil 9: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi.
  • Desil 10: Kelompok 10% masyarakat dengan tingkat ekonomi paling atas atau terkaya. [1, 2, 3]
Dasar Penilaian dan Penggunaan Data
  • Variabel Penilaian: Ditentukan dari puluhan indikator seperti kondisi tempat tinggal, daya listrik, pendidikan, pekerjaan, kepemilikan aset, hingga akses kesehatan secara kolektif per rumah tangga. 
  • Acuan Bantuan: Desil 1 hingga 4 atau 5 biasanya menjadi prioritas utama penerima program perlindungan sosial atau subsidi pemerintah, sementara desil atas berada di luar kategori penerima bantuan tersebut.
Cara cek NIK/NISN Siswa penerima PIP :

Friday, August 14, 2026

Pendidikan Perubahan Iklim

Panduan Implementasi untuk Satuan Pendidikan






📌 Ringkasan Eksekutif

Dokumen yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (2024) ini disusun sebagai panduan praktis untuk menerapkan pendidikan perubahan iklim di sekolah/satuan pendidikan. Pendidikan Perubahan Iklim dijadikan salah satu dari tiga isu prioritas dalam kurikulum nasional untuk membangun karakter peserta didik yang tangguh, adaptif, dan berwawasan lingkungan.


💡 Struktur dan Poin Utama Isi Panduan

1. Bab 1: Krisis Iklim

  • Latar Belakang & Realitas: Menjelaskan bahwa krisis iklim adalah kondisi drastis di mana perubahan iklim melampaui kapasitas manusia dan lingkungan untuk menanggulanginya. Indonesia berada di peringkat sepertiga teratas negara paling rentan krisis iklim karena kondisi geografis kepulauan dan ketergantungan masyarakat pada alam.

  • Mekanisme & Penyebab: Membahas perbedaan cuaca dan iklim, proses alami pengaturan suhu bumi (efek rumah kaca, siklus air, dan ekosistem), serta dampak aktivitas manusia (pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pemanasan global).


2. Bab 2: Isu Prioritas: Pendidikan Perubahan Iklim

  • Tujuan: Mengembangkan kesadartahuan serta meningkatkan kapasitas masyarakat/peserta didik untuk merespons isu krisis iklim secara relevan dan efektif.

  • 4 Kompetensi Utama: Menguraikan pemetaan kompetensi pendidikan perubahan iklim yang disesuaikan dengan fase perkembangan peserta didik.


3. Bab 3: Budaya Tangguh Iklim di Satuan Pendidikan

  • Ditujukan untuk kepala sekolah dan pimpinan lembaga pendidikan.
  • Menjelaskan strategi integrasi prinsip ketangguhan iklim ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), kebijakan sekolah, serta budaya sehari-hari di lingkungan sekolah.


4. Bab 4: Implementasi dalam Pembelajaran

  • Ditujukan utama bagi para guru/pendidik.
  • Memberikan panduan penerapan pendidikan perubahan iklim melalui:
    • Intrakurikuler: Integrasi materi iklim dalam mata pelajaran.
    • Kokurikuler: Proyek/kegiatan kolaboratif.
    • Ekstrakurikuler: Aktivitas dan aksi lingkungan di luar jam pelajaran.

  • Asesmen: Cara mengukur ketercapaian hasil belajar dan aksi iklim peserta didik.


5. Bab 5: Peran Berbagai Pihak & Kemitraan

  • Menjelaskan kolaborasi konsep Pentaheliks (pemerintah, akademisi, dunia usaha/swasta, LSM/masyarakat, dan media) untuk mendukung inisiatif aksi iklim di sekolah.


Kesimpulan: Panduan ini berfungsi sebagai pegangan komprehensif bagi sekolah dan pihak terkait untuk menanamkan pemahaman, kesadaran, dan tindakan nyata menghadapi perubahan iklim sejak dini melalui jalur pendidikan formal.



Jika anda adalah Guru IPS, referensi ini dapat dijadikan bahan sumber belajar terutama materi perubahan iklim di kelas 9 semester 1

Featured Post

Tutorial ANBK Assesmen Nasional

UNBK dihapus, sebagai penggantinya adalah AKM (Assesmen Kompetansi Minimum) atau AN (Assesmen Nasional) . UNBK berisi mata pelajaran UN, sed...

Popular Posts